Selasa, 28 Juni 2016

GLB

GLB dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemukan peristiwa yang berkaitan dengan gerak lurus beraturan, misalnya orang yang berjalan dengan langkah kaki yang relatif konstan, mobil yang sedang bergerak, dan sebagainya.
Suatu benda dikatakan mengalami gerak lurus beraturan jika lintasan yang ditempuh oleh benda itu berupa garis lurus dan kecepatannya selalu tetap setiap saat.
Sebuah benda yang bergerak lurus menempuh jarak yang sama untuk selang waktu yang sama. Sebagai contoh, apabila dalam waktu 5 sekon pertama sebuah mobil menempuh jarak 100 m, maka untuk waktu 5 sekon berikutnya mobil itu juga menempuh jarak 100 m. Secara matematis, persamaan gerak lurus beraturan (GLB) adalah:
s = v.t atau v = s/t
dengan:
s = jarak yang ditempuh (m)
v = kecepatan (m/s)
t = waktu yang diperlukan (s)
Jika kecepatan v mobil yang bergerak dengan laju konstan selama selang waktu t sekon, diilustrasikan dalam sebuah grafik v-t, akan diperoleh sebuah garis lurus, tampak seperti pada Gambar.


Gambar Grafik hubungan v-t
Gambar Grafik hubungan v-t pada gerak lurus beraturan
Grafik hubungan v-t tersebut menunjukkan bahwa kecepatan benda selalu tetap, tidak tergantung pada waktu, sehingga grafiknya merupakan garis lurus yang sejajar dengan sumbu t (waktu). Berdasarkan Gambar 2.13, jarak tempuh merupakan luasan yang dibatasi oleh grafik dengan sumbu t dalam selang waktu tertentu. Hal ini berlaku pula untuk segala bentuk grafik yaitu lurus maupun lengkung. Sementara itu, hubungan jarak yang ditempuh s dengan waktu t, diilustrasikan dalam sebuah grafik s-t, sehingga diperoleh sebuah garis diagonal ke atas, tampak seperti pada Gambar.


Gambar Grafik hubungan s-t
Gambar Grafik hubungan s-t pada gerak lurus beraturan
Dari grafik hubungan s-t tampak pada Gambar 2.14, dapat dikatakan jarak yang ditempuh s benda berbanding lurus dengan waktu tempuh t. Makin besar waktunya makin besar jarak yang ditempuh. Berdasarkan Gambar 2.14, grafik hubungan antara jarak s terhadap waktu t secara matematis merupakan harga tan α , di mana α adalah sudut antara garis grafik dengan sumbu t (waktu).

Kereta - Gantung

Selasa, 21 Juni 2016

GLBB


Galileo adalah seorang fisikawan asal Pisa, Toscana - Italia yang telah melakukan banyak percobaan dan banyak menemukan hal - hal baru. Salah satunya adalah GLBB.










Hasil gambar untuk galileo penemu glbb


https://id.wikipedia.org/wiki/Galileo_Galilei

Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah suatu gerak lurus yang mempunyai kecepatan konstan. Maka nilai percepatannya adalah a = 0. Gerakan GLB berbentuk linear dan nilai kecepatannya adalah hasil bagi jarak dengan waktu yang ditempuh. Pada materi Gerak Lurus Beraturan ada 4 rumus yang harus di pahami :
1. Rumus:
Kedudukan benda saat t
St = so + vo - t + 1/2 a . t2
Kecepatan benda saat t
vt = vo + a . T
vt= vo2  + 2a . St
Keterangan :
St = kedudukan benda selang waktu t (m) 
So= kedudukan awal benda (m)
Vt= kecepatan benda saat t (m/s)
Vo= kecepatan benda awal (m/s)

a= percepatan benda (m/s2)
t= waktu yang diperlukan (s)    
2. Gerak vertikal ke atas
Karena benda bergerak vertikal ke atas dan berlawanan dengan arah gravitasi bumi maka percepatan bernilai negatif (a = -g ). Ketika benda bergerak ke atas maka kecepatannya akan berkurang seiring dengan perubahan ketinggian pada ketinggian maksimum, kecepatan benda sesaat adalah nol.
Untuk gerak vertikal ke atas berlaku:
vt = vo – gt
vt2 = vo2 – 2gh
h = vo.t – ½ gt2
Dengan
h = ketinggian
g = percepatan gravitasi
3. Gerak vertikal ke bawah
Merupakan kebalikan dari gerak vertikal ke atas. Benda yang bergerak vertikal ke bawah mengalami percepatan positig (a = g). Kecepatan sesaat pada detik ke- t benda akan lebih besar daripada kecepatan awal.
Untuk gerak vertikal ke bawah berlaku:
vt = vo + gt
vt2 = vo2 + 2gh
h = vo.t + ½ gt2
Dengan
h = ketinggian
g = percepatan gravitasi
4. Gerak jatuh bebas
Gerak jatuh bebas pada dasarnya sama dengan gerak vertikal ke bawah. Namun, pada gerak jatuh bebas, kecepatan awal sama dengan nol sehingga rumus yang digunakan lebih sederhana.

Untuk gerak jatuh bebas berlaku:
vt = gt
vt = √(2gh)
h = ½ gt2
Dengan
h = ketinggian
g = percepatan gravitasi  
   
Ciri - ciri GLBB :
a. lintasannya berupa garis lurus 
b. percepetannya tetap 
c. jika pencepatannya positif makabenda bergerak semakin lambat 
d. berlaku persamaaan   

Contoh Soal :
1. Sebuah benda pada mulanya diam bergerak dengan percepatan tetap sebesar 4 m/s2. Tentukan kelajuan dan jarak tempuh setelah 10 sekon.
Pembahasan :
(a) Kelajuan
Percepatan 4 m/s2 artinya laju benda bertambah 4 m/s setiap 1 sekon. Setelah 2 sekon, kelajuan benda menjadi 8 m/s. Setelah 10 sekon, kelajuan benda menjadi 40 m/s.
(b) Jarak tempuh
Kelajuan awal (vo) = 0
Kelajuan akhir (vt) = 40 m/s
a = 4 m/s2
Jarak tempuh :
s = vo t + ½ a t2= 0 + ½ (4)(102) = (2)(100) = 200 meter

2. Sebuah benda pada mulanya bergerak dengan kecepatan tetap sebesar 10 m/s mengalami perlambatan tetap sebesar 2 m/s2hingga berhenti. Tentukan selang waktu dan jarak tempuh mobil sebelum berhenti.
Pembahasan
Diketahui :
Kelajuan awal (vo) = 10 m/s
Percepatan (a) = -2 m/s2 (jika perlambatan maka diberi tanda negatif)
Kelajuan akhir (vt) = 0 (benda berhenti bergerak)
Ditanya : selang waktu dan jarak tempuh sebelum mobil berhenti.
Jawab :
(a) Selang waktu
Karena diketahui vo, vt, a dan ditanya t maka gunakan rumus glbb vt = vo + a t
vt = vo + a t
0 = 10 + (-2)(t)
0 = 10 – 2 t
10 = 2 t
t = 10 / 2 = 5 sekon
Selang waktu sebelum berhenti = 5 sekon.
(b) Jarak tempuh
vt2 = vo2 + 2 a s
0 = 102 + 2(-2) s
0 = 100 – 4 s
100 = 4 s
s = 100 / 4 = 25 meter
Jarak yang ditempuh mobil sebelum berhenti adalah 25 meter






                                                                                                                                     





Selasa, 14 Juni 2016

Cinta

        Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, dan saling berdampingan. Dalam cinta juga terdapat hal baik dan buruk. Cinta itu Sesuatu yang indah. Namun terkadang seseorang salah mengartikan cinta. Sehingga sering terjadi hal yang buruk. Tetapi tidak semua cinta itu buruk. Karena di dalam cinta, ada yang namanya cinta sejati.


       Cinta sejati adalah cinta yang tulus dan tidak mengharapkan sesuatu dari orang yang dicintainya. Cinta sejati mengerti apa yang tak bisa dikatakan, mendengar apa yang tak bisa diucapkan. Cinta sejati rela berkorban untuk seseorang yang dicintainya. Cinta sejati bukan hanya menghibur tetapi juga mendoakan seseorang yang dicintainya.

       Cinta terkadang membuat seseorang buta. Buta ini dalam arti, kita mencintai seseorang tak melihat dengan mata tetapi melihat dengan perasaan.
Karena ketika kita jatuh cinta otak kiri kita tidak berfungsi lagi. Ketika kita jatuh cinta, perasaan kita lebih domain. Hal itu yang membuat otak kanan bekerja lebih dari otak kiri. sehingga pemikiran semata-mata hanya berdasarkan perasaan, tanpa mempertimbangkan penggunaan otak kiri yang berfungsi membedakan mana yang baik dan yang buruk.

       Kita dapat mengukur seberapa banyak seseorang mencintai kita melalui bagaimana mereka berbicara kepada kita dan cara mereka memperlakukan kita. Jika seseorang mencintai kita, dia akan mencari cara terbaik untuk menenangkan kita sewaktu kita marah dan membuat kita tersenyum lagi. Atau ketika Ia tahu sesuatu yang kita sukai, Ia akan menyediakan sesuatu itu pada kita tanpa kita ketahui atau membuat kejutan yang hebat.

      Jadi apabila seseorang mencintai kita, cintailah dia dengan sepenuh hati dan jangan menyakitinya. Karena sekuat apapun cinta itu, ia dapat hancur dan dapat lenyap selamanya.


http://ceritakatacinta.blogspot.com/2013/06/cerita-cinta-paling-romantis-terbaru.html